Perjalanan pulang, mendadak, ke Kudus

Saya menerima kabar duka, Hari Rabu, tanggal 25 September 2013.

Salah seorang saudara kami, saudara sepupu, anak dari Budhe kami di Kudus, mas Ayndryanto, meninggal dunia, karena lemah jantung.

Kamis sore, saya pulang ke Kudus, naik Bis Suka, yang beralamat di Jl. RE Martadinata no 28, Tasikmalaya. Satu-satunya bis dari Tasikmalaya yang langsung menuju ke Kudus, pada pukul 8.30 malam. Bus malam ini, adalah bus ekonomi, tanpa ac.

Kamis, jam 12 malam, kami berhenti di tempat peristirahatan, yang sepertinya saya sudah familiar, padahal jalur yang kami tempuh adalah jalur selatan, bukan jalur pantura seperti biasanya.

Jumat pagi, saya sudah sampai di Kudus, setelah shollat subuh, saya keluar terminal dan bertemu dengan kakak dan bude Bogor. Kami tidak langsung pulang, tapi menunggu kedatangan Ibu kami, yang selama satu bulan ini pergi ke Lampung, ke rumah paman.

Sesampai kami di rumah almarhum, kami istirahat sejenak, lalu dilanjutkan ke makam, dan pulang ke rumah kami di Besito.

Sungguh hal yang membuat hati sedih, namun seperti biasa, saya selalu simpan, karena semua manusia pasti akan mati. Namun mati dengan cara apa, dan bagaimana.

Saudara kami, meninggal setelah shollat maghrib, dalam kondisi tidur, sementara istrinya sedang shollat isya di dekatnya. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni dosanya, dan memberikan rahmat dan petunjuk di akhirat.

Jumat malam, saya kembali lagi ke Tasikmalaya, naik Bus Suka lagi, namun kali ini memakai AC. Kondisi di dalamnya penuh dengan barang, dan ada sebuah sepeda motor yang menghalangi lorong antar kursi, tepat di depan pintu masuk Bus yang berada di tengah.  Sepanjang perjalanan, bus ini selalu berhenti, dan mencari penumpang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *