Sering cek saldo di ATM BCA, kena biaya lho

Kabar baru datang lagi dari salah satu Bank terbesar di Indonesia, Bank BCA.

Manajemen BCA berencana mengenakan biaya untuk penarikan uang tunai di ATM BCA, bahkan untuk pengecekan saldo juga akan dikenakan biaya.

Untuk saat ini, biaya bulanan atau per transaksi dapat dilihat dari situs utama BCA : http://www.bca.co.id/id/Individu/Sarana/Biaya-dan-Limit/Dana-dan-Simpanan

KETERANGAN BESARNYA(IDR)
Setoran Awal Minimum 500.000
Setoran Minimum Selanjutnya 50.000
Saldo Rata-rata minimum per bulan 100.000
Saldo Minimum Ditahan 50.000
Biaya Penggantian Buku Karena Rusak 5.000
Biaya Cetak Mutasi GTU (per lembar)* 2.500
Biaya Penutupan Rekening 5.000
Biaya Administrasi Tambahan di Bawah Saldo Rata-Rata Minimum 5.000
Biaya Administrasi Dengan Fasilitas Kartu Paspor BCA:
Silver / Khusus Counter :
– Biaya Administrasi per-bulan 15.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 10.000
Gold:
– Biaya Administrasi per-bulan 17.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 15.000
Platinum:
– Biaya Administrasi per-bulan 20.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 20.000

Update: 1 Februari 2016 
Keterangan: Jumlah dalam Rupiah (IDR).
*) Dengan maksimal biaya Rp. 150.000.

 

Berita berikut dari CNNInonesia :

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan hal ini terpaksa dilakukan karena tingginya biaya operasional setiap mesin ATM yang dioperasikan perusahaannya. Ia mencatat, setiap kali seorang nasabah melakukan transaksi melalui ATM maka BCA harus menanggung biaya sekitar Rp2 ribu-Rp2.500 di luar biaya pengoperasian mesin.

“Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain,” ujar Jahja di Jakarta.

“Cek saldo ada pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking free (gratis) semua. Kalau ATM 5 kali, 7 kali free. Yang kita gak mau itu bukan tidak boleh cek saldo, tapi yang tidak perlu. Jam 7 cek, jam 9 cek, jam 10 cek lagi. Satu hari dicek terus,” ujarnya usai pengumuman kinerja keuangan BCA di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Dia menjelaskan nantinya nasabah hanya bisa melakukan lima sampai tujuh kali transaksi melalui ATM per hari. Untuk transaksi berikutnya, BCA akan mengenakan biaya tambahan yang nilainya masih dihitung.

Dengan menerapkan kebijakan tersebut, Jahja berharap nasabah BCA bisa beralih memanfaatkan fasilitas SMS, mobile, dan internet banking yang belum dikenakan biaya.

“Kami juga akan mengurangi jumlah mesin ATM untuk meningkatkan efisiensi,” jelas Jahja.

 

Berita berikutnya dari Detik.com :
“Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free,” ujarnya.

Menurut Jahja, pengecekan saldo di ATM membutuhkan biaya sekitar Rp 2.000- Rp 3.000. Jika nasabah selama satu bulan bolak-balik ke ATM hanya untuk mengecek saldo maka bisa memberatkan perusahaan.

“Nanti kita tentukan sebulan 7-10 kali, nanti kita tetapkan. Sekarang ini ada yang bisa 70 kali cek saldo sebulan, narik uangnya hanya Rp 20.000-Rp 50.000 misalkan,” ucapnya.

“Bisa 3-6 bulan ke depan diterapkan, evaluasi dulu, sosialisasi dulu. Bukan kita larang cek saldo, jangan salah. Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free. Tiap menit cek silakan kita sediakan,” kata Jahja.

 

Kesimpulan :

BCA menerapkan biaya untuk pengecekan saldo dan penarikan uang tunai melalui ATM, untuk menutup biaya operasional ATM. Hal ini diberlakukan kepada para nasabah yang melakukan pengecekan maupun penarikan saldo dalam jumlah banyak, atau terlalu sering dalam satu hari.

Dari sisi perusahaan, kita bisa memaklumi hal ini, karena memang benar, dalam satu hari terkadang ada satu orang yang kerjaannya bolak-balik terus-terusan mengecek saldo di ATM. Padahal akan lebih mudah dan nyaman jika melakukannya melalui MBanking ataupun KlikBCA

Dari sisi nasabah, jika memang ada batas Free Fee untuk pengecekan saldo maupun penarikan uang tunai dalam satu hari, misalnya 5 kali, itu bisa dianggap wajar. Karena pengecekan saldo bisa juga dilakukan melalui KlikBCA. Nah, misalnya ada yang lebih dari 5 kali dalam sehari, mungkin bisa dipertanyakan tingkat kesibukannya. Namun jika memang sesibuk itu, biasanya akan lebih memilih memakai KlikBCA atau MBanking.

2 comments

  1. Bank gila’ nih, sudah lama saya putus cinta dengan Bank ini, masa sih mau nabung ke rekening sendiri, gak bawa buku tabungan kena ongkos kirim.

    Akhirnya 6 tahun terakhir cuma make 4 bank saja, Bank Kalbar, BNI, Mandiri, serta BRI Syariah, dari keempat bank itu yang paling baik cuma BRI Syariah, banyak gratisnya.

  2. Bank kayak gini, bank serakah lihat saja laba bersihnya setelah pajak lebih dari 7 trilyunan….dari 14 juta nasabah tarohlah 10 jt nasabah kali biaya admin yg dipungut saja 15 rb kali 12 bln jadi minimal dari biaya admin saja dapat rp1.800.000.000.000 = rp.1,8 trilyun/per tahun…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *