Ramadhan hari ke-9, sayang masih kurang maksimal

Hari ini adalah Ramadhan tanggal 9, beberapa amalan masih terasa sangat kurang, pendalaman artinya juga masih kurang.

Disana sini, media massa, media elektronik, jejaring sosial, hampir semuanya hanya saling menjatuhkan calon presiden lawan. Semuanya serba menjelek-jelekkan dan serba mengadu domba.

Tak sedikit, yang semula adalah kawan baik, kawan dekat, malah sekarang menjadi renggang gara-gara termakan isu masing-masing calon presiden yang diunggulkan.

Nanti juga kan pasti muncul siapa yang memang berhak menjadi presiden di Indonesia ini. Kalaupun sekarang kita mati-matian membela calon presiden kita, dan bahkan sampai saling berkelahi dengan teman, bukankah semua itu justru memberi dampak yang tidak baik? Apa manfaatnya?

Pemilihan presiden, yang sejatinya adalah wakil rakyat, harusnya membawa kedamaian dan kerukunan, bukan seperti sekarang ini.

Nah nanti kalau calon presiden yang kita bela ternyata kalah, apakah kita tidak malu bertemu dengan kawan kita, yang tadinya sempat berkelahi demi ego membela calon presiden masing-masing?

Lagipula, apakah nanti calon presiden kita, yang kita bela mati-matian itu, ingat atau bahkan kenal dengan kita?

 

Dari tadi, saya menulis calon presiden, maupun presiden dengan huruf kecil. Tidakkah anda bertanya?

Karena mereka tidak berbeda dengan kita, rakyat. Mereka hanyalah wakil rakyat. Dan kedudukan kita, rakyat, adalah di atas presiden, karena presiden dan wakil presiden adalah wakil kita. Tidak sekali-kalipun akan ada di atas rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *