Moving to Prometeus KVM SSD 5

Today I’ve completed configuring this blog to the new vps, Prometeus KVM SSD5 with the following :

 CPU Info

 

IO Test

 Benchmark

 

9 comments

    1. Hanya memakai W3 Total Cache.
      Kemarin semasa memakai Quick Cache + Autoptimize + DB Cache Reloaded Fix masih kurang cepat.
      Jadi sekarang berubah memakai W3 Total Cache + Varnish saja 😀

    2. Saya hanya menggunakan varnish dan menambah kod “define(‘WP_CACHE’, true);” di wp-config.php . Mengikut pengalaman, W3 Total Cache kalau salah setting malah boleh melambatkan blog. Konfigurasi nginx + varnishnya, varnish di hadapan atau pun nginx?

  1. Wah mantap mas,
    Saya juga barusan pindah ke KVMSSD5,
    Node kita sama mas, sama2 di PM26,
    IPV4 juga kita hampir sama cuman selisih 1 angka aja di belakang 🙂

    BTW, numpang tanya lagi mas,
    Sampe sekarang saya masih bingung ama Reverse DNS (RNDS),
    Itu fungsi ama kegunaannya buat apa sih mas?

    1. Wah… Jadi tetanggaan 😀
      Untuk rdns, itu misalnya kita mempergunakan vpsnya sebagai mail server, maka supaya email kita tidak dianggap spam, harus diset rdnsnya.
      Atau untuk beberapa orang, supaya mudah memonitor IP pada saat ada kejadian hacking, ada juga untuk pamer :p

  2. si om sudah pindahan lagi… terakhir baca rumahnya di cartenz.. eh skrg di prometeus. 🙂
    skalian mau tanya, sudah coba review hetzner dan kimsufi kah ? perasaan latencynya gede kl ksana..

    1. Hehe.. Kemarin itu sempet pindah ke tempat Pakde Hamonangan / Carstenz.
      Cuman karena memakan banyak memory ( KVM VPSnya Carstenz Pyramid Server 128MB) akhirnya pindah ke OpeNVZnya Pakde Salvatore / Prometeus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *