Selama beberapa hari ini, saya mencari informasi dan juga testing beberapa provider Shared Hosting di Indonesia. Walaupun saya sendiri bisa memanage sebuah website plus email dengan memakai vps tentunya, ada beberapa teman yang hanya bisa dan terbiasa memakai CPanel.

Berikut adalah beberapa review/perbandingan antara provider Shared Hosting di Indonesia

 

PusatHosting

  • Provider pertama yang menjadi lirikan adalah PusatHosting, karena saya melihat termasuk dalam daftar provider di situs Diskusiwebhosting. Paket Hostingnya bisa dibilang cukup murah, disk space 10GB dengan bandwidth unmetered hanya 90ribu/bulan.- Namun PusatHosting tidak memakai CPanel, mereka memakai DirectAdmin yang mana kebanyakan teman saya belum pernah pakai
    – SharedHosting hanya mengijinkan single domain, dan kita harus membeli paket Email untuk dapat mempergunakan Email. Alasan memisahkan Email dengan Hosting adalah agar tidak mengganggu/terganggu oleh traffic website.

 

Connectindo

  • Saya sudah menjadi pelanggan lama di Connectindo, lebih dari 3 tahun. Harga untuk Reseller dengan disk space 5GB serta bandwidth unmeterred hanya sekitar 50ribu/bulan+ Connectindo memakai CPanel tanpa batasan apapun selain disk space.
    + Connectindo menyediakan fitur backup/restore GRATIS
    + Free migrasi dari provider lain
    + Supportnya cepat, dan memahami pertanyaan
    + Pembayaran Invoice seringnya tidak perlu konfirmasi, biasanya sangat cepat.
    – Email dari IP Shared Hosting banyak yang tidak sampai, setelah diperiksa ternyata masuk beberapa blacklist atau rbl. Bukan kesalahan Connectindo, tapi ada beberapa spammer atau situs yang kena hack sehingga dipakai untuk mengirimkan spam.
    – Akses loading menjadi lambat selama 6 bulan terakhir, sehingga saya harus mulai memindahkan domain yang saya hosting disini.
    – WHM memakai VPS, dan terkadang loadnya sampai 15

 

CloudKilat / KilatHosting

  • Saya masih menjadi pelanggan di CloudKilat, kurang lebih hampir enam bulan pada layanan Kilat Hosting. Dengan harga 50ribu/bulan, kita memperoleh disk space 10GB dengan bandwith unmetered.+ Jarang maintenance, kalaupun ada maintenance pasti akan masuk ke credit
    + Loading website terasa lebih cepat dari Connectindo
    + Tidak ada batasan domain atau apapun, dan kita bisa set versi PHP dan lain-lain sesuai keperluan.
    – Memakai Plesk, dimana banyak teman saya tidak terbiasa
    – Fitur backup/restore tidak gratis, dan banyak hal perlu biaya
    – Perlu melakukan konfirmasi pembayaran untuk invoice/layanan

JagoanHosting / BeOn

  • Akhirnya saya memutuskan untuk beralih ke JagoanHosting / BeOn. Dengan paket Reseller Medium sekitar 200ribu/bulan, kita mendapatkan disk space 32GB dan bandwidth unmetered.
    + Supportnya GILA! – Sangat ramah, sangat mengetahui pertanyaan/permintaan client, dan sangat cepat dalam menyelesaikan Tiket, dan benar-benar Live 24jam
    + Servernya juga GILA! – 8 Core Intel Xeon 3GHz, dengan memory 32GB, serta disk space >480GB, sehingga membuat loading dan kinerja website sangat cepat dibandingkan semua provider diatas
    + Free migrasi dari provider lain yang memakai CPanel
    + Konfirmasi pembayaran Invoice sangat cepat
    – Belum ketemu kekurangannya

This time I will make a tutorial about how to make cryptocurrency BlockExplorer. For example, we will make a DamaCoin (DMC) BlockExplorer, in a Debian 8 64bit server, that run explorer.damacoin.org

damacoin

Install the required packages

 

Create a Database to store the blockchain data

Continue reading

Kali ini saya ingin menulis sebuah artikel mengenai cara membuat NAT IPv4 VPS memakai Virtualizor dan Dedicated Server yang memakai OS Ubuntu 14.04 64bit

Dedicated Server yang dipakai adalah sebuah Dedicated Server dari Wholesaleinternet, memakai OS Ubuntu 14.04 64bit, 4GB Memory, 250GB Harddisk, serta memiliki blok /64 IPv6

 

Setting IPTABLES

Sebelum menginstall Virtualizor, kita perlu membuat sebuah seting IPTABLES agar semua akses ke/dari internet dilewatkan ke IPv4 Public dari Dedicated Server, seperti berikut

Saya membuat semua NAT VPS memakai IPv4 internal yaitu dari 192.168.1.1 – 192.168.1.255.

Simpan konfigurasi IPTABLES ke file :

Buat supaya konfigurasi IPTABLES diload saat start

Setting executable supaya dapat dijalankan :

 

 

Setting NETWORKING

Perlu dilakukan sedikit perubahan pada file /etc/network/interfaces agar memakai nameserver Google

 

Instalasi Virtualizor

Continue reading

Indihome atau Telkom Speedy sepertinya mulai gencar dalam menyelipkan script iklan mereka pada web browser, dan script ini disimpan pada baris paling bawah, sebelum tag <body>

Agak miris, misalnya ada kode dengan nama netbro, jadi inget ceritanya big brother always watching you :p

Solusi untuk injeksi ini adalah dengan mewajibkan situs memakai SSL atau dengan HTTPS