Beberapa minggu ini saya sering menerima panggilan masuk dengan tampilan masuk yang bisa dimodifikasi, yaitu dari orang yang mempergunakan layanan PopCall.

Layanan PopCall ini memungkinan penelepon memasukkan kata-kata yang dapat menarik perhatian, bahkan melakukan penipuan, misalnya ketika si penipu ini mempergukanan layanan PopCall untuk menampilkan teks “CS.at.Telkomsel”, atau “Angkat telponku,penting”, atau “Kantor Polisi” pada layar penerima panggilan.

Misalnya kita suatu saat menerima panggilan semacam ini, tekan saja tombol OK setelah melihat teks yang muncul, lalu lihat nomor asli penelepon. Misalnya penelepon adalah suatu perusahaan, usahakan cari dulu nomor tersebut di internet/Google misalnya, sebelum menerima panggilan tadi.

PopCall, sungguh suatu kemajuan dalam teknologi, tapi juga bisa menjadi sarana untuk melakukan penipuan dan kejahatan.

Berikut ini adalah nomor-nomor penipu yang selalu mempergunakan layanan PopCall :

  • 081279530798
  • 081283176978
  • 082214344879
  • 082216139636
  • 082236431918
  • 082368472378
  • 085352159888
  • 085359968666
  • 081220349186
  • 0817248379
  • 082119225555
  • 082378692111
  • 081393088875
  • 085223884888

Setelah bongkar-bongkar barang di gudang, ternyata ada sebuah Home Router, HG553 dari Vodafone. HG553 ini sekarang sudah tidak lagi diproduksi, jadi kalaupun ada yang jual baru, barang itu adalah refurbish.

Firmware bawaan dari HG553 adalah Kisumu Custom v2, didesain sedimikian rupa sehingga memudahkan para pengguna rumahan. Namun karena USB Modem E303 saya tidak bisa terdeteksi, akhirnya saya mencari solusinya di internet, mulai dari thread di Kaskus, grup di Facebook, bahkan forum modem dan flasher di luar negeri.

Semua firmware saya coba, banyak yang tidak bisa mendeteksi modem E303 saya. Ada firmware dari Multiweb, dapat mendeteksi modem saya, connect ke internet memakai DHCP, namun tidak dapat sharing internet melalui LAN/Wifi.

Akhirnya saya kepikiran bahwa modem E303 saya ini perlu diflash ulang, dan tutorialnya saya coba yang dari Kaskus

Barangkali ada yang mendapat kesulitan dalam memakai HG553 karena tidak bisa mendeteksi USB modemnya, silakan download beberapa file berikut ini :

Untuk flash firmware HG553 dari Kisumu ke OpenWRT, caranya sebagai berikut :

  • Set IP komputer secara manual ke 192.168.1.10 misalnya, netmask 255.255.255.0, colok kabel LAN dari komputer ke HG553.
  • Tekan tombol reset di HG553 dan tahan selama 10 detik ( bisa memakai pulpen ).
  • Sambil tetap menekan tombol reset, matikan HG553 melalui switch power, tahan selama 10 detik
  • Nyalakan HG553 melalui switch power, sambil tetap menekan tombol reset sampai 30 detik.
  • Lepaskan tombol reset
  • Lampu warna biru yang ada di tengah HG553 akan berkedip, walaupun redup.
  • Buka di browser IP 192.168.1.1, lalu Upload firmware openwrt yang tadi sudah didownload.
  • Tunggu beberapa saat sampai Led warna biru di tengah berkedip. Kadang perlu menunggu sampai Led warna biru dengan gambar lingkaran/untuk LAN dan Led warna biru untuk Wifi menyala, baru bisa kita akses HG553.
  • Set IP komputer secara manual ke 192.168.0.10, netmask 255.255.255.0, lalu buka di browser IP 192.168.0.1. HG553 kita sudah berhasil diganti firmware jika muncul halaman login LUCI
  • Barangkali ada yang mau setting manual untuk WAN, ini contohnya :
  • HG553 Modem setting exampleHG553_WAN_Advanced
  • Setting manual untuk LAN, contohnya :
    HG554_LAN
  • HG553_LAN_Bridge

Kabar baru datang lagi dari salah satu Bank terbesar di Indonesia, Bank BCA.

Manajemen BCA berencana mengenakan biaya untuk penarikan uang tunai di ATM BCA, bahkan untuk pengecekan saldo juga akan dikenakan biaya.

Untuk saat ini, biaya bulanan atau per transaksi dapat dilihat dari situs utama BCA : http://www.bca.co.id/id/Individu/Sarana/Biaya-dan-Limit/Dana-dan-Simpanan

KETERANGAN BESARNYA(IDR)
Setoran Awal Minimum 500.000
Setoran Minimum Selanjutnya 50.000
Saldo Rata-rata minimum per bulan 100.000
Saldo Minimum Ditahan 50.000
Biaya Penggantian Buku Karena Rusak 5.000
Biaya Cetak Mutasi GTU (per lembar)* 2.500
Biaya Penutupan Rekening 5.000
Biaya Administrasi Tambahan di Bawah Saldo Rata-Rata Minimum 5.000
Biaya Administrasi Dengan Fasilitas Kartu Paspor BCA:
Silver / Khusus Counter :
– Biaya Administrasi per-bulan 15.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 10.000
Gold:
– Biaya Administrasi per-bulan 17.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 15.000
Platinum:
– Biaya Administrasi per-bulan 20.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu 20.000

Update: 1 Februari 2016 
Keterangan: Jumlah dalam Rupiah (IDR).
*) Dengan maksimal biaya Rp. 150.000.

 

Berita berikut dari CNNInonesia :

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan hal ini terpaksa dilakukan karena tingginya biaya operasional setiap mesin ATM yang dioperasikan perusahaannya. Ia mencatat, setiap kali seorang nasabah melakukan transaksi melalui ATM maka BCA harus menanggung biaya sekitar Rp2 ribu-Rp2.500 di luar biaya pengoperasian mesin.

“Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain,” ujar Jahja di Jakarta.

“Cek saldo ada pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking free (gratis) semua. Kalau ATM 5 kali, 7 kali free. Yang kita gak mau itu bukan tidak boleh cek saldo, tapi yang tidak perlu. Jam 7 cek, jam 9 cek, jam 10 cek lagi. Satu hari dicek terus,” ujarnya usai pengumuman kinerja keuangan BCA di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Dia menjelaskan nantinya nasabah hanya bisa melakukan lima sampai tujuh kali transaksi melalui ATM per hari. Untuk transaksi berikutnya, BCA akan mengenakan biaya tambahan yang nilainya masih dihitung.

Dengan menerapkan kebijakan tersebut, Jahja berharap nasabah BCA bisa beralih memanfaatkan fasilitas SMS, mobile, dan internet banking yang belum dikenakan biaya.

“Kami juga akan mengurangi jumlah mesin ATM untuk meningkatkan efisiensi,” jelas Jahja.

 

Berita berikutnya dari Detik.com :
“Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free,” ujarnya.

Menurut Jahja, pengecekan saldo di ATM membutuhkan biaya sekitar Rp 2.000- Rp 3.000. Jika nasabah selama satu bulan bolak-balik ke ATM hanya untuk mengecek saldo maka bisa memberatkan perusahaan.

“Nanti kita tentukan sebulan 7-10 kali, nanti kita tetapkan. Sekarang ini ada yang bisa 70 kali cek saldo sebulan, narik uangnya hanya Rp 20.000-Rp 50.000 misalkan,” ucapnya.

“Bisa 3-6 bulan ke depan diterapkan, evaluasi dulu, sosialisasi dulu. Bukan kita larang cek saldo, jangan salah. Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free. Tiap menit cek silakan kita sediakan,” kata Jahja.

 

Kesimpulan :

BCA menerapkan biaya untuk pengecekan saldo dan penarikan uang tunai melalui ATM, untuk menutup biaya operasional ATM. Hal ini diberlakukan kepada para nasabah yang melakukan pengecekan maupun penarikan saldo dalam jumlah banyak, atau terlalu sering dalam satu hari.

Dari sisi perusahaan, kita bisa memaklumi hal ini, karena memang benar, dalam satu hari terkadang ada satu orang yang kerjaannya bolak-balik terus-terusan mengecek saldo di ATM. Padahal akan lebih mudah dan nyaman jika melakukannya melalui MBanking ataupun KlikBCA

Dari sisi nasabah, jika memang ada batas Free Fee untuk pengecekan saldo maupun penarikan uang tunai dalam satu hari, misalnya 5 kali, itu bisa dianggap wajar. Karena pengecekan saldo bisa juga dilakukan melalui KlikBCA. Nah, misalnya ada yang lebih dari 5 kali dalam sehari, mungkin bisa dipertanyakan tingkat kesibukannya. Namun jika memang sesibuk itu, biasanya akan lebih memilih memakai KlikBCA atau MBanking.

Since Feb 25 2016, this blog moved from Hostus Singapore to the Dediserve Jakarta. They have a promo 50% off for the KVM VPS with 2GB memory, 2 cores, 30GB SSD Disk, and also with generous bandwith and good port speed although in Jakarta.

The net price is ~ $8.23/month for the VPS, and compared to another vps provider in Indonesia it’s still the cheapest.

Support also nice and kind, for example when I’m asking to change my default currency from EUR to USD, James helped me in seconds. And another one were when my order created in Dublin where it supposed to be in Jakarta, James also fix it in no time.